Kedaulatan Amanah di Negeri Merdeka
Kemerdekaan adalah amanah yang harus diwujudkan melalui kepedulian dan kebermanfaatan bagi sesama.
17 Agustus 2026

Dosen · Peneliti · Penulis
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok (STIEH)
Abdul Chadjib Halik adalah dosen, peneliti, praktisi zakat, asesor kompetensi, penulis, dan pembelajar sepanjang hayat. Selama lebih dari dua dekade, ia mengabdikan diri pada pengembangan zakat, filantropi Islam, tata kelola kelembagaan, audit internal, ekonomi Islam, dan industri halal. Blog ini merupakan ruang berbagi ilmu, gagasan, hasil riset, pengalaman lapangan, serta refleksi kehidupan. Berangkat dari keyakinan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah warisan terbaik, setiap tulisan dihadirkan sebagai ikhtiar untuk menginspirasi, menggerakkan amal, dan menebarkan kebermanfaatan bagi umat.
14 Januari 2026
Seorang pelaku UMKM mengira halal sekadar urusan label, sampai ia sadar yang paling berat justru jujur pada diri sendiri. Menimbang apakah halal masih punya ruh, atau tinggal stempel.
Baca selengkapnya →20 September 2025
LANGIT cerah Kuala Lumpur pada pertengahan September 2025 menyambut ribuan tamu dari berbagai penjuru dunia. Di gedung megah Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), percakapan dalam…
Baca selengkapnya →28 Juni 2025
“Sesungguhnya Allah mencintai siapa pun yang apabila melakukan pekerjaan, ia menyempurnakannya (secara ihsan).” — (HR. Al-Baihaqi) Saya pernah disapa seorang ibu nasabah (anggota) di salah satu cabang KSPPS…
Baca selengkapnya →Abdul Chadjib Halik, Idris Parakkasi, Rika Dwi Ayu Parmitasari
J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah · Vol. 4, No. 3 · hlm. 575-584 · 2025
Teknologi blockchain telah muncul sebagai alat transformasi dalam tata kelola zakat dan wakaf, mengatasi berbagai masalah yang telah lama ada seperti transparansi, efisiensi, dan kepercayaan publik. Penelitian ini mengkaji implementasi blockchain dalam pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia, dengan fokus pada penerapannya oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH), salah satu Lembaga Amil Zakat Nasional yang mempelopori penggunaan teknologi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana blockchain dapat merevolusi tata kelola filantropi Islam, meningkatkan kepercayaan dan akuntabilitas sambil tetap sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan studi kasus dan tinjauan literatur untuk menganalisis dampak blockchain terhadap transparansi operasional, pelacakan transaksi, dan kepercayaan muzakki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain secara signifikan meningkatkan pemantauan real-time, pencatatan transaksi yang aman, serta kepercayaan publik terhadap sistem pengelolaan zakat. Selain itu, lembaga yang memanfaatkan blockchain melaporkan peningkatan efisiensi operasional dan keterlibatan para pemangku kepentingan, terutama dalam mempercepat distribusi dana yang akuntabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa blockchain memiliki potensi besar untuk memodernisasi pengelolaan zakat dan wakaf. Namun, tantangan dalam literasi teknologi dan integrasi antar-lembaga masih perlu diatasi. Disarankan agar lembaga zakat bekerja sama dengan pengembang blockchain untuk menyempurnakan aplikasi teknologi ini dan memperluas manfaatnya. Penelitian ini menyoroti blockchain sebagai inovasi krusial dalam filantropi Islam, memperkuat relevansinya secara global dan memastikan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan
Baca selengkapnya →Abdul Chadjib Halik, Siradjuddin Siradjuddin, Mukhtar Lutfi
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora · Vol. 4, No. 3 · hlm. 3772-3780 · 2025
Sertifikasi halal menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan konsumen serta meningkatkan efisiensi rantai pasok dalam industri halal global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sertifikasi halal terhadap kepercayaan konsumen dan efisiensi rantai pasok, serta untuk menawarkan solusi inovatif guna meningkatkan kualitas sistem sertifikasi halal. Dengan pendekatan kualitatif eksploratif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan konsumen, produsen, dan lembaga sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal secara signifikan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk, serta mendorong efisiensi dalam rantai pasok melalui transparansi dan kontrol kualitas yang lebih baik. Namun, terdapat tantangan dalam hal perbedaan standar internasional dan proses sertifikasi yang memakan waktu. Penelitian ini menyarankan penggunaan teknologi seperti blockchain untuk meningkatkan transparansi dan mempercepat proses sertifikasi. Kesimpulannya, sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai pengakuan syariah, tetapi juga sebagai alat strategis yang mempengaruhi keberhasilan pasar halal global. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi untuk harmonisasi standar internasional dan integrasi teknologi canggih dalam sistem sertifikasi halal.
Baca selengkapnya →Abdul Chadjib Halik, Nasrullah Bin Sapa, Cut Muthiadin
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora · Vol. 4, No. 3 · hlm. 3763-3771 · 2025
Industri kuliner halal di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat, seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Hosen’s Culinary, yang terletak di Jakarta, menjadi salah satu contoh usaha kuliner yang menerapkan prinsip halal secara konsisten. Meskipun demikian, tantangan besar tetap ada, seperti ketersediaan bahan baku halal, biaya sertifikasi, dan edukasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Jaminan Produk Halal (SJPH) pada Hosen’s Culinary dan mengevaluasi tantangan serta peluang yang dihadapi oleh UKM kuliner dalam menerapkan prinsip syariah di industri kuliner. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus diterapkan pada Hosen’s Culinary melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk menggali penerapan kaidah fiqih dalam proses produksi, pemilihan bahan baku, serta pelatihan internal yang dilakukan oleh tim manajemen halal. Temuan menunjukkan bahwa Hosen’s Culinary telah memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh lembaga pemeriksa halal, LPH Hidayatullah, dengan sistem yang terorganisir mulai dari pemilihan bahan baku, prosedur produksi, hingga pemantauan dan evaluasi internal. Namun, tantangan utama terletak pada keterbatasan bahan baku halal lokal dan biaya sertifikasi. Peluang terdapat dalam peningkatan fasilitas ramah Muslim dan edukasi konsumen mengenai pentingnya jaminan halal. Hosen’s Culinary berhasil mengintegrasikan prinsip syariah dalam setiap aspek operasionalnya, meskipun dihadapkan pada tantangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Rekomendasi yang diajukan termasuk kolaborasi dengan lembaga sertifikasi halal dan penyediaan bahan baku halal lokal untuk mendukung keberlanjutan usaha. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik halal di sektor kuliner Indonesia, serta menawarkan solusi praktis bagi UKM dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang dalam bisnis kuliner halal
Baca selengkapnya →Abdul Chadjib Halik, Jamaluddin Madjid, Amiruddin K
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah · Vol. 4, No. 3 · hlm. 549-567 · 2025
This study examines the impact of zakat programs managed by the National Amil Zakat Institution Baitul Maal Hidayatullah (BMH) on achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. Using a qualitative approach involving in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, the research found that BMH's zakat programs significantly contribute to poverty alleviation (SDG 1), enhancing access to quality education (SDG 4), empowering community economies (SDG 8), and reducing social and economic inequalities (SDG 10). Zakat funds are utilized to meet basic needs, provide educational scholarships, and support micro-enterprises, collectively improving the welfare and self-reliance of zakat recipients. These findings reinforce the theory that zakat can serve as a social safety net and economic development catalyst, highlighting the importance of transparency and accountability in zakat management. However, this study is limited by a small sample size and subjective data from interviews. Future research should adopt a broader sample, integrate quantitative and qualitative methods, and explore other zakat programs. These findings have profound practical and policy implications, supporting zakat programs as strategic tools in national development and achieving the SDGs in Indonesia
Baca selengkapnya →